Tembang Macapat Jawa..

Kini orang tua bergembira hati, setelah sembilan bulan lamanya menjaga sikap dan laku prihatin agar sang rena dan si ponang lahir dengan selamat. Puja-puji selalu dipanjat agar menghasilkan rahmat Tuhan Yang Maha Pemberi Rahmat atas lahirnya si jabang bayi idaman hati.


Sang bayi terlanjur tenang hidup di jaman dwaparayuga, namun harus netepi titah Gusti untuk lahir ke bumi. Sang bayi mengetahui bahasa universal pertama kali dengan tangisan memilukan hati. Tangisan yang polos, tulus, dan alamiah bagaikan dampak getaran mantra tanpa tinulis.


Dewasa ini tembang macapat masuk kurikulum muatan lokal dan diajarkan pada sekolah. Jika Anda seorang penutur asli Bahasa Jawa atau orang yang mau mempelajari Bahasa Jawa jauh dalam, kenali tembang macapat di bawah ini. tembang sinom memiliki tembang ataupun kidung yang berisi pitutur atau nasihat sesuai melalui tingkatannya. Misal saat seseorang masih kecil, mulai cukup umur, hari tua, sampai akhirnya meninggal dunia.



Yang menarik dari manuskrip ini adalah pemakaian tembang macapat untuk menerangkan ajaran ilmu hikmah di atas. Santri yang mengaji ini sangat cerdas sehingga dia melengkapi ngaji-kitab bukan hanya dengan makna desaprovechado dan keterangan yang dia dapat dari gurunya, namun juga dengan tembang macapat. Nampaknya, tembang ini dimanfaatkan agar ajaran tentang takdir di atas mudah diingat, mudah pula dijelaskan pada masyarakat.


Tembang Macapat memang menarik untuk selalu dipelajari. Dari semua tembang macapat, semua secara keseluruhan sebenarnya bercerita tentang perjalanan hidup manusia. Filosofinya menggambarkan bagaimana seorang manusia hidup untuk lahir, masa kecil, dewasa hingga akhirnya meninggal dunia.


Isi dari tembang macapat sinom berupa nasehat kaum muda dan berupa cerita. Diantara macam-macam tembang macapat uang lainnya, tembang macapat sinom mempunyai aturan yang membedakannya dengan jenis tembang yang lainnya. Hasil untuk olah jiwa dan raga laki-laki dan perempuan meraih si jabang bayi. Sesudah 9 bulan lamanya berposisi di rahim sang ibu, sudah menjadi kehendak Hyang Widhi si jabang bayi lahir ke bumi. Disambut tangisan keras saat pertama merasakan betapa tidak nyamannya berada di alam mercapadha.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *